Wednesday, February 20, 2008

BOYONGAN PROJO

KATETEPAN DALEM
NOMOR 01/SNJ/II-08 TAHUN 2008
TENTANG
BOYONGAN PROJO

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SANG NANANGING JAGAD

Menimbang : dan seterusnya...
Mengingat   : dan seterusnya...


MEMUTUSKAN:
Menetapkan: Untuk dan atas nama aspirasi penulisan di jagad perbloggeran, menitahkan kepada yang bersangkutan untuk melakukan:

Posted by Nananging Jagad at 08:50:50 | Permanent Link | Comments (7) |

Monday, February 11, 2008

FAKTA NYATA

DETIK-DETIK KELAHIRAN

Seiring bergugurannya daun-daun tua ditelan usia, maka bersemi pulalah tunas-tunas muda gantikan yang tua. Adalah Senin Pon dini hari bertepatan dengan tanggal 12 Suro 1941(12 Muharam 1429 H) terlahirlah sosok ponang jabang bayi yang sempat menghebohkan seisi kampung dikarenakan menurut perhitungan dan perkiraan para dokter ahli kandungan belum tiba wayahnya untuk tedak marcopodo. Dan memang perkiraan dokterpun sang bayi akan terlahir tanggal 12 Februari 2008 bukannya 12 Suro 1941 Jawa. Ini memang sedikit ngowahi adat, di luar prekdiksi, unpredictable wis pokoke.

Posted by Nananging Jagad at 11:32:15 | Permanent Link | Comments (13) |

Monday, February 04, 2008

SERANGAN FAJAR

CARI TUKANG NGARIT

Thit......thirithit....thit thit, demikian pagi selepas mandi ponsel antik saya berbunyi menandakan seseorang di sebrang menghubungi. Dengan bergegas saya angkat. “Hallo?, wis tangi?”, tanya suara bertanya. “Uwis, ono opo?”, kujawab. Kemudian si penelepon berlanjut, “ Iki le ngresiki kebonan ro taman ngarep sido dilekasi, tulung sisan nggoleke tukang ngarite wong loro yo!”, perintahnya cepat seraya memutus hubungan telepon.

Jagad dewo batoro............, saya rak kaget dan tak menyangka mendapatkan sederetan teror yang tidak saya mengerti tersebut. Saya kemudian amati nomor telepon sang komandan misterius tersebut. Dan.......saya sama sekali tidak mengenalinya. Siapakah dia gerangan, seribu tanya kemudian muncul dan bermain di benak kepala. Pagi-pagi begini disuruh cari tukang ngarit? Yo lelakon opo iki pak Mantep?

Posted by Nananging Jagad at 11:00:40 | Permanent Link | Comments (11) |

Monday, January 28, 2008

PAMBIOWORO

Wus tilair ing marcopodo kalis ing rubeda, titah dalem kang maha kuwasa, mios jaler, ing wanci lingsir wengi tabuh kalih enjing, surya 12 Suro 1941 Jawa (12 Muharam 1421 H) kaleres 21 Januari 2008 mapan ing Magelang Hadiningrat. Sang ponang jabang bayi banjur kaparingan tetenger:

RADYA HERMAWAN PUTRA

Apalah arti sebuah nama, demikian disampaikan oleh seorang simbah penyair dari masa lampau di negeri sebrang. Namun dalam hal ini sang bopo kurang berkenan dengan konsep nama tanpa makna tersebut hingga kemudian othak-athik gathuk berdasarkan wangsit wingit yang pernah diterimanya.

Posted by Nananging Jagad at 11:57:40 | Permanent Link | Comments (22) |

Wednesday, January 16, 2008

OPO TUMON?

PROGRAM
KETAHANAN PANGAN NASIONAL

"Sebuah Kisah Ironi Bagi Petani"


Dalam satu kesempatan rapat kabinet terbatas di Departemen Pertanian 15 Januari 2008, Presiden Susi menyampaikan bahwa terjadinya bencana alam yang menimpa tanah air akhir-akhir ini juga banyak menimpa daerah-daerah sentra produksi pangan nasional. Hal tersebut membuatnya khawatir bahwa bencana alam yang terjadi akan disusul dengan bencana kelaparan akibat tidak adanya ketahanan pangan nasional yang mampu menyediakan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Untuk itu diluncurkanlah di awal tahun ini program untuk peningkatan ketahanan pangan nasional.

Posted by Nananging Jagad at 11:15:44 | Permanent Link | Comments (12) |

Monday, January 14, 2008

KIAMAT SUDAH DEKAT

SI MISKIN MEMBANGUN GEDUNG TINGGI
"salah satu fenomena tanda-tanda kiamat besar"
Seminggu berlalu di mesjid sebelah diselenggarakan sebuah tausiah mengambil tema "KIAMAT SUDAH DEKAT". Dilihat dari judulnya sekilas nampak kesan sinetron banget yo! Tapi penyampaian Subkhi Al Buchori cukup menarik dan kocak. Diawali dengan pandangan mengenai penyambutan tahun baru dengan tradisi peniupan trompetnya. Hal tersebut dinilainya sebagai menyangi malaikat Isrofil yang bertugas meniup sangkakala tanda bumi akan segera hancur musnah tiada sisa yang dikenal sebagai fenomena kiamat besar(kubra).
Posted by Nananging Jagad at 09:51:30 | Permanent Link | Comments (3) |

Monday, January 07, 2008

FAKTA JAKARTA

TIKUS-TIKUS DI KEDOYA

Adalah Mas Edi, pria berpenampilan kalem dan berambut gondrong dengan kaca minus yang malam itu turut nguda roso. Dia adalah seorang wartawan mantan redaktur bertema budaya di sebuah koran besar bergelar Media Indonesia. Dia secara terbuka dan lugas menyampaikan pemaparan mengenai intrik-intrik yang terjadi di dalam rumah tangga koran besar tersebut yang diistilahkannya sebagai "pelembagaan agama" dalam institusi media massa. Hal tersebut perlu disampaikannya sebagai suatu pembelajaran publik tanpa mau mendeskriditkan kelompok atau agama tertentu.

Posted by Nananging Jagad at 15:14:55 | Permanent Link | Comments (2) |

Thursday, December 27, 2007

REFLEKSI DIRI

HUKUM KEKEKALAN MASALAH

“masalah tidak dapat diciptakan dan masalah tidak dapat dimusnahkan”


Masalah demi masalah seperti tak lelah mendera bangsa “besar” bernama Indonesia ini. Mulai dari bencana alam seperti tsunami di Aceh dan Pangandaran, gempa dahsyat di Jogja, lumpur panas Lapindo, longsor di Bantargebang, Banjarnegara, Manggarai(NTT), banjir bandang di Njakarta, Kalimantan, dan terakhir gempa di Sumatra Barat. Di samping bencana dari “mengamuknya” alam, masih ditambah dengan berbagai bencana akibat kesalahan langsung manusia seperti kecelakaan kereta api Bengawan dan beberapa kereta api lain yang anjlok, tenggelamnya kapal Senopati Nusantara, hilangnya pesawat Adam Air, tenggelamnya Levina I, dan pesawat Garuda gagal landing dan terbakar di Jogja.

Posted by Nananging Jagad at 14:06:21 | Permanent Link | Comments (5) |

Monday, December 17, 2007

HAK PATEN

MASIH SOAL REOG


Cak Buat mengingatkan sahabatnya Cak Kartolo agar segera mempatenkan jula-juli suroboyonan yang sering dibawakannya di berbagai kesempatan sebelum dipatenkan oleh negara tetangga. Demikian amanah penting yang disampaikan salah seorang punggawa Sri Mulat dalam diskusi bulanan Kenduri Cinta di Taman Ismail Marzuki.

Posted by Nananging Jagad at 11:20:08 | Permanent Link | Comments (6) |

Friday, December 14, 2007

PROFESOR RISET

mikroPROFESOR


Hari ini mendapatkan anugerah kesempatan yang luar biasa dari Tuhan karena dapat ikut menyaksikan suatu prosesi pengukuhan profesor riset oleh LIPI. Apa sih sebenarnya yang dimaksud profesor riset? Barangkali yang selama ini telah dipahami kebanyakan orang adalah gelar profesor sebagai pengukuhan guru besar di padepokan perguruan tinggi. Lalu yang satu ini model 'makanan' opo meneh?

 

Posted by Nananging Jagad at 15:47:20 | Permanent Link | Comments (3) |