Nama sebagaimana tersebut di atas berasal dari dua kombinasi kata: Radyaputra + Hermawan
Tinjauan pertama:
# Radyaputra:
1. sisi keilmuan:
radya diandaikan atau dipersepsikan berasal atau mirip dengan kata radial;radiasi. Hal demikian dikarenakan kebetulan sang bopo bekerja di lingkungan medan radiasi. Radial merupakan proses pemancaran sesuatu dari suatu titik pusat pancaran tertentu ke segala penjuru secara simetris atau konvergen, bisa berupa berkas cahaya, panas, atau energi lain. Radiasi merupakan proses perpindahan energi tanpa melalui media perantara, sebagaimana energi panas matahari yang dipancarkan ke segenap penjuru Bimasakti. Oleh sebab itu diharapkan ke depan sang ponang jabang bayi yang menyandang nama tersebut dapat memancarkan nilai positif ke segala penjuru dimensi kehidupan, laksana anak matahari yang menyinari semesta sebagai sumber penghidupan bagi sesama makhluk Tuhan.
2. sisi ontologi linguistik:
menurut kamus bahasa Baoesastro(1935), radya berakar kata sama dengan radyan;rahardyan;raden. Radya atau radyan berarti kerajaan bisa juga raja itu sendiri, sedangkan rahardyan atau raden merupakan orang mempunyai sifat-sifat dapat memengku sebuah fungsi dan misi kerajaan dalam arti luas. Dengan demikian radyaputra merupakan anak kerajaan, anak bangsa, putra pertiwi yang diharapkan dapat menjunjung tinggi martabat tanah air, bangsa dan negara, dapat menghidupi kehidupan serta memayu hayuning bawana, mengasah mingising budi, lan memasuh malaning bumi. Dalam rangka mewujudkan tugas mulia tersebut sang radyaputra akan mendukung namun juga sekaligus didukung oleh sedulur sekawan keblat gangsal pancer.
Sekawan keblat yang dimaksud adalah:
a. raja; dapat berarti kesatuan dari unsur birokrat, teknokrat, alim ulama dan pemegang nilai-nilai kearifan lokal;
b. sentono dalem; diartikan sebagai trah, kerabat atau keluarga besar;
c. abdi dalem; diartikan kanca sejajar,teman karib, sahabat;
d. kawulo dalem; dimaksudkan rakyat atau masyarakat luas.
Sedangkan satu pancer kelima yang dimaksud adalah Tuhan. Dengan berusaha melaksanakan tugas mulia tersebut, diharapkan sang radyaputra kelak dapat menjadi abdi(abdullah) sekaligus manusia paripurna(insan kamil) sebagaimana diamanatkan oleh Tuhan untuk memakmurkan bumi(kalifahtullah fil ardli).
3. sisi historis jagad pekeliran:
Dikisahkan bahwa Suryoputro alias Suryoatmojo alias Suryoyoga adalah anak sang Dewo Suryo yang dititipkan kelahirannya melalui telinga Dewi Kunthi sehingga dikenal juga sebagai Basukarno(basu:anak; karno:telinga). Dengan demikian lebih dari segalanya sang Basukarno adalah kakak tertua dari para Pandhawa Lima. Sesaat setelah kelahirannya, sang Basukarno dilarung atau dihanyutkan di sungai Gangga sehingga diketemukan sais kereta Prabu Radeya, kemudian diberi peparab Radeyaputra;radyaputra. Kelak di saat detik-detik menjelang meletusnya Bharatayudha, Radyaputra memilih membela tanah air yang telah menghidupinya dan kerabat yang menyantuninya yaitu Astina. Sebagai suatu strategi perang, Ibu Kunthi diperintahkan Basudewa Khrisna untuk membujuk Radyaputra agar bergabung dengan adik-adiknya di Pandhawa. Radyaputra menolak permintaan sang ibu, namun sebagai bukti kasih sayang seorang kakak terhadap adiknya dan juga sebagai bukti dharma bakti kepada sang ibunda yang telah membuangnya di masa kecil, semua jimat kesaktian diserahkan kepada sang ibu demi kemenangan Pandhawa dan dia berjanji tidak akan mempergunakan senjata kunto(senjata pamungkasnya) saat menghadapi Arjuna, sehingga bahkan dia gugur di tangan Arjuna adiknya sendiri.
Dengan menyandang nama radyaputra, diharapkan kelak sang ponang jabang bayi dapat meneladani rasa narimo ing pandhum, memiliki jiwa jembar samodra, berjiwa sabar dan pemaaf sehingga tidak memiliki sifat pendendam bahkan terhadap orang yang telah menyia-nyiakannya sekalipun. Bakti kepada sang ibuadalah dharma tertinggi dengan perngorbanan segenap jiwa dan raga. Setia kepada janji dan tanah tumpah darah sampai hembusan nafas terakhir(dan memang istri Basukarno bernama Dewi Setyawati).
Tinjuan kedua:
# Hermawan:
Her, warih, tirto, banyu, atau toya adalah dasanama(synonime) dari air. Air merupakan sumber kehidupan, air sejati bersifat suci dan menyucikan. Sifat air adalah mbanyu mili, dia akan mengikuti kodrat alam sesuai perintah Tuhan. Namun ketika aliran air terbendung atau mampat, maka ia akan menjelma menjadi air bah yang sanggup meluluhlantakkan setiap penghadang dan penghalang di hadapannya.
Ma merupakan akronime dari manungso(manunggaling kridho lan roso), manusia, titah sewantah jalma limrah.
Wan adalah kata ganti kepemilikan sifat seorang pria.
Dengan demikian Hermawan dapat diartikan sebagai sosok pria yang mempunyai sifat atau perwatakan air.
Demikian othak-athik gathuk seorang bopo sebagai doa terhadap sang atmojonya agar kelak menjadi orang yang berbakti dan berguna bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara terlebih bagi agamanya. Lepas dari segala harapan dan doa kridhaning ati ora biso mbedhah kuthaning pasthi, budi dayane menungso ora biso ngungkuli garising Kang Maha Kuwasa.
Bagaimana pendapat kisanak?